Sabtu, 28 Februari 2015

Pidato Pentingnya Pendidikan Non Formal



Berikut ini adalah contoh Pidato yang saya buat sendiri. semoga bermanfaat!


Om Swastyastu
Yang terhormat Bapak Kepala Sekolah
Yang saya hormati bapak/ibu guru pembimbing beserta staff dan teman-teman yang saya cintai dan kasihi.
Sebelum saya membaca pidato ini, izinkan saya untuk mengucapkan rasa syukur kehadapan Ida SangHyang Widhi Wasa / Tuhan Yang Maha Esa karena atas perlindungan dan tuntunan beliau, kita bisa berkumpul bersama kembali di tempat ini. Dan tidak lupa juga saya mengucapkan terima kasih atas waktu yang telah diberikan kepada saya untuk menyampaikan pidato ini.

Hadirin sekalian disini saya akan membawakan sebuah pidato yang bertemakan Pendidikan, yang berjudul “Pentingnya pendidikan non-formal”.

Mungkin hadirin sekalian tidak asing dengan yang namanya pendidikan non-formal, pendidikan non-formal adalah jalur pendidikan di luar
pendidikan formal yang dapat dilaksanakan secara terstruktur dan berjenjang. Hasil pendidikan nonformal dapat disetarakan dengan  hasil pendidikan formal setelah melalui proses penilaian oleh lembaga yang ditunjuk oleh Pemerintah dengan mengacu pada standar nasional pendidikan. Pendidikan nonformal berfungsi untuk mengembangkan potensi peserta didik dengan penekanan pada penguasaan pengetahuan dan keterampilan serta pengembangan sikap dan kepribadian profesional. Pendidikan nonformal meliputi pendidikan kecakapan hidup, pendidikan anak usia dini, pendidikan kepemudaan, pendidikan pemberdayaan perempuan, pendidikan keaksaraan, pendidikan keterampilan dan pelatihan kerja.  Serta pendidikan lain yang ditujukan untuk mengembangkan kemampuan peserta didik. Namun dijaman sekarang mulai muncul berbagai masalah yang menyangkut dengan pendidikan non formal yang dimana pendidikan non formal mulai tidak difungsikan secara maksimal oleh instansi-instansi terkait. Ini disebabkan karena kurangnya perhatian pemerintah akan pentingnya pendidikan non formal tersebut. Instansi-instansi terkait yang melaksanakan pendidikan non formal merasa tidak diperhatikan oleh pemerintah, ini salah satu penyebab dari tidak maksimalnya pendidikan non formal. Padahal pendidikan non formal sama pentingnya dengan pendidikan formal. Jika terjadi ketidak seimbangan antara pendidikan formal dengan non formal, maka peserta didik tidak akan bisa mengembangkan ilmu yang mereka dapat di dalam pendidikan formal, karena dalam pendidikan non formal peserta didik ditekan untuk membentuk watak yang baik, penguasaan pengetahuan dan keterampilan yang sesuai dengan bakat dan minatnya yang mereka dapat dalam pendidikan formal. Jadi diantara pendidikan formal dengan non formal harus sama-sama seimbang agar terciptanya peserta didik yang terampil, beretika dan menguasai bidangnya secara profesional. Jadi menurut saya sebaiknya pemerintah sekarang lebih memperhatikan instansi-instansi yang menyelenggarakan pendidikan non formal, agar terciptanya SDM-SDM profesional dari peserta didik yang telah mengikuti pendidikan formal dan non formal.

Baik hadirin sekalian, demikian pidato saya ini. Semoga apa yang saya utarakan dalam pidato saya ini bermanfaat bagi hadirin sekalian. jika ada kesalahan kata yang saya ucapkan selama saya membaca pidato ini saya mohon maaf sedalam-dalamnya. Akhir kata saya ucapkan Terima Kasih.
Om Santhi Santhi Santhi Om

Tentang Meme Comic

Meme (biasa dibaca mim) adalah neologi yang dikenal sebagai karakter dari budaya, yang termasuk di dalamnya yaitu gagasan, perasaan, ataupun perilaku (tindakan). Berikut merupakan contoh meme: gagasan, ide, teori, penerapan, kebiasaan, lagu, tarian dan suasana hati. Meme dapat bereplikasi dengan sendirinya (dalam bentuk peniruan) dan membentuk suatu budaya, cara seperti ini mirip dengan penyebaranvirus (tetapi dalam hal ini terjadi di ranah budaya). Sebagai unit terkecil dari evolusi budaya, dalam beberapa sudut pandang meme serupa dengan gen. Richard Dawkins, dalam bukunya The Selfish Gene,[1] menceritakan apa dan bagaimana dia menggunakan istilah meme untuk menceritakan bagaimana prinsip darwinian untuk menjelaskan penyebaran ide ataupun fenomena budaya. Dawkins juga memberi contoh meme yaitu nada, kaitan dari susunan kata, kepercayaan, gaya berpakaian dan perkembangan teknologi. (dari wikipedia.org)

Internet Meme
menurut saya , meme itu seperti lawakan. Jadi hati hati ya kalau yang punya foto narsis yang bikin orang ngelawak di meme comic indonesia.

Dan Rage Comic
Kalau tidak ada ini , meme comic tidak lengkap Gan, Contoh : 


kalo mau tau karakter-karakter yang ada di meme comic, silahkan langsung ke link sumbernya ya agan" semua! :D
 http://www.kaskus.co.id/thread/50c9d4010975b4c32600000a/yang-gak-tau-tentang-meme-comic-masuk--pembahasan 

Sekian pembahasan tentang Meme comic dari blog ane ya, kalo ada kekurangan atau ada yang salah mohon kripik,, ehh kritik & sarannya ya.